Luwu Timur – Sebagai bentuk respons cepat dalam penanganan bencana serta upaya mencegah meluasnya kebakaran lahan, Personel Tim SAR Batalyon D Pelopor Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan melaksanakan penyisiran di lokasi kebakaran lahan transmigrasi yang berada di Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sabtu (8/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, personel Tim SAR melakukan penyisiran secara menyeluruh untuk memastikan kondisi di sekitar lokasi pascakebakaran. Tim harus menempuh medan pegunungan yang cukup sulit dengan membuka jalur menuju titik lokasi kebakaran. Kondisi medan yang terjal dan vegetasi yang cukup lebat tidak menyurutkan semangat personel dalam melaksanakan tugas.
Setibanya di lokasi, personel menemukan sekitar 30 titik bara api yang masih menyala di sejumlah bagian lahan. Bara tersebut berpotensi kembali membesar apabila tidak segera dilakukan penanganan, khususnya apabila tertiup angin atau mengenai vegetasi kering di sekitar lokasi.
Dengan sigap, personel Tim SAR langsung melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan yang tersedia. Pemadaman dilakukan secara bertahap pada setiap titik bara api hingga dipastikan tidak lagi menimbulkan asap maupun nyala api.
Selain melakukan pemadaman, personel juga menyisir area di sekitar lokasi untuk mencari kemungkinan adanya titik api lain yang belum terlihat. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar tidak terjadi kebakaran susulan yang dapat membahayakan masyarakat maupun lingkungan sekitar.
Kegiatan penyisiran ini merupakan bagian dari upaya preventif dan respons cepat Personel Batalyon D Pelopor dalam membantu penanganan kejadian kebakaran di wilayah hukum Polda Sulawesi Selatan, khususnya di wilayah Luwu Raya.
Melalui kegiatan tersebut, personel berupaya memastikan seluruh bara api benar-benar padam dan kondisi lokasi aman. Kehadiran Tim SAR Batalyon D Pelopor di tengah masyarakat juga menjadi wujud nyata kesiapsiagaan Polri dalam memberikan perlindungan, pertolongan, serta pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam menghadapi situasi yang berpotensi menimbulkan bencana.
































