Dalam rangka menjaga dan meningkatkan kondisi fisik serta kesiapan operasional, Personel Batalyon D Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel melaksanakan kegiatan Tes Kesamaptaan Jasmani Semester I Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan Mako Batalyon D Pelopor dengan diikuti oleh seluruh personel secara bertahap.
Tes kesamaptaan jasmani ini merupakan program rutin yang bertujuan untuk mengukur kemampuan fisik setiap personel, meliputi kesamaptaan A dan B. Untuk kesamaptaan A, personel melaksanakan lari selama 12 menit, sementara kesamaptaan B terdiri dari pull up, sit up, push up, dan shuttle run.
Sebelum pelaksanaan tes, seluruh personel terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan guna memastikan kondisi fisik dalam keadaan siap dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama kegiatan berlangsung. Selain itu, kegiatan diawali dengan pemanasan yang dipandu oleh instruktur guna meminimalisir risiko cedera.
kegiatan ini sangat penting sebagai tolak ukur kemampuan fisik personel dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan. Dengan kondisi fisik yang prima, diharapkan setiap personel mampu menjalankan tugas secara optimal, profesional, dan responsif dalam menghadapi berbagai situasi.
TES KESAMAPTAAN JASMANI PERSONEL BATALYON D PELOPOR SEMESTER I T.A. 2026
Dalam rangka menjaga dan meningkatkan kondisi fisik serta kesiapan operasional, Personel Batalyon D Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel melaksanakan kegiatan Tes Kesamaptaan Jasmani Semester I Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan Mako Batalyon D Pelopor dengan diikuti oleh seluruh personel secara bertahap.
Tes kesamaptaan jasmani ini merupakan program rutin yang bertujuan untuk mengukur kemampuan fisik setiap personel, meliputi kesamaptaan A dan B. Untuk kesamaptaan A, personel melaksanakan lari selama 12 menit, sementara kesamaptaan B terdiri dari pull up, sit up, push up, dan shuttle run.
Sebelum pelaksanaan tes, seluruh personel terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan guna memastikan kondisi fisik dalam keadaan siap dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama kegiatan berlangsung. Selain itu, kegiatan diawali dengan pemanasan yang dipandu oleh instruktur guna meminimalisir risiko cedera.
kegiatan ini sangat penting sebagai tolak ukur kemampuan fisik personel dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan. Dengan kondisi fisik yang prima, diharapkan setiap personel mampu menjalankan tugas secara optimal, profesional, dan responsif dalam menghadapi berbagai situasi.































